Rabu, 12 November 2014

Setetes Air Mata Doa



Pertemuan awal setelah beberapa lama tidak bertemu.,  Setelah lama saling menahan perasaan dan sekarang terwujud. Dengan waktu 1 ½ jam kami berbincang-bincang, bergurau dan di akhir percakapan ia bertanya “masih adakah rasa rindu dan sayang itu buat aku ??” aku hanya bisa diam terkejud mendengar ia mengatakan perkataan seperti itu. Dia berkata lagi “kenapa ?? aku bertanya dan aku membutuhkan jawaban dari kamu jika kamu ingin menjawab” aku tetap saja diam, “diam ?? aku tau kamu mempunyai alasan kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin kamu syok mendengar ucapanku ini yang mengejudkan kamu. Jikalau kamu tidak ingin menjawabnya pun tak apa-apa” saut katanya.  Mendengar ucapannya yang seperti itu aku merasa tersentuh dan menoleh melihat dia dengan expresi diam bingung. Sejenak akupn menjawab “jikalau aku diperbolehkan untuk menjawab dan berkata jujur, aku akan berkata jujur dan jika aku tidak diizinkan untuk menjawab aku akan berkata bohong.” Dengan expresi yang aku tampangkan dengan serius dan sedikit tersenyum kepadanya, ia menjawab “jawablah sesuka hatimu yang sesuai dan aku akan menjab dengan sesuai juga” akhirnya aku pun mengatakan “awalnya aku merasa jengkel, awalnya aku tak ingin mengenalmu kembali. Namun tak sedikitpun dari hati ini yang mengijinkan aku untuk melakukan semua itu terhadapmu. Apalah daya ku sekarang yang mengetahui semua meskipun aku harus jujur seperti ini. Kenapa kamu bertanya seperti ini disaat kamu masih bersama orang lain ?? aku bisa apa selama kamu asih milik orang lain ?? selama kamu masih mempunyai ikatan dengan yang lain ?? ” dia hanya diam dan berkata “aku sayang sama kamu, saat kamu bersama orang lainpun aku sangat marah dan jengkel. Namun aku bisa apa ?? sekarang aku bersama yang lainpun ,aku tetap ke kamu. Tak tahu kenapa aku seperti ini dengan mu. Kenapa aku bisa sampai seperti ini. Jika kita kembali seperti dulu apakah kamu mau ?? dan jika aku sudah kembali apakah kamu mau denganku kembali ?? ” aku hanya menjawab “tergantung kamu dan penyikapan terhadap semua ini. Aku harap kamu bisa mengerti dan memahami dari semua ucapanku J ”. akhirnya setelah beberapa menit kami berbicara.,Aku pun meminta izin pulang dan berkata “dalam hal bercinta ini, aku harap kamu fokuslah dengannya. Jangan sakiti dia dan jangan memikirkan tentang aku nan hal tentang aku dan diriku.” Tanpa sepatah katapun ia menarik tanganku dan memelukku. Dalam pelukan hati ini berkata “tuhan bimbing jaga hati,perbuatan dan perkataan dialah orang yang aku sayang” dengan jatuhnya setetesnya 1 air mata doa untuk nya.”  21 :15
                                                                                      11 november 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar