Pertemuan awal setelah beberapa lama
tidak bertemu., Setelah lama saling
menahan perasaan dan sekarang terwujud. Dengan waktu 1 ½ jam kami
berbincang-bincang, bergurau dan di akhir percakapan ia bertanya “masih adakah rasa rindu dan sayang itu buat aku ??”
aku hanya bisa diam terkejud mendengar ia mengatakan perkataan
seperti itu. Dia berkata lagi “kenapa
?? aku bertanya dan aku membutuhkan jawaban dari kamu jika
kamu ingin menjawab” aku tetap saja
diam, “diam ?? aku tau kamu mempunyai alasan kenapa
kamu tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin kamu syok mendengar ucapanku ini yang
mengejudkan kamu. Jikalau kamu tidak ingin menjawabnya pun tak apa-apa”
saut katanya. Mendengar ucapannya yang
seperti itu aku merasa tersentuh dan menoleh melihat dia dengan expresi diam
bingung. Sejenak akupn menjawab “jikalau aku
diperbolehkan untuk menjawab dan berkata jujur, aku akan berkata jujur dan jika
aku tidak diizinkan untuk menjawab aku akan berkata bohong.” Dengan
expresi yang aku tampangkan dengan serius dan sedikit tersenyum kepadanya, ia
menjawab “jawablah sesuka hatimu yang sesuai dan
aku akan menjab dengan sesuai juga” akhirnya aku pun mengatakan “awalnya aku merasa jengkel, awalnya aku tak ingin
mengenalmu kembali. Namun tak sedikitpun dari hati ini yang mengijinkan aku
untuk melakukan semua itu terhadapmu. Apalah daya ku sekarang yang mengetahui
semua meskipun aku harus jujur seperti ini. Kenapa kamu bertanya seperti ini
disaat kamu masih bersama orang lain ?? aku bisa apa selama kamu asih milik
orang lain ?? selama kamu masih mempunyai ikatan dengan yang lain ?? ”
dia hanya diam dan berkata “aku sayang sama kamu,
saat kamu bersama orang lainpun aku sangat marah dan jengkel. Namun aku bisa
apa ?? sekarang aku bersama yang lainpun ,aku tetap ke kamu. Tak tahu kenapa
aku seperti ini dengan mu. Kenapa aku bisa sampai seperti ini. Jika kita
kembali seperti dulu apakah kamu mau ?? dan jika aku sudah kembali apakah kamu
mau denganku kembali ?? ” aku hanya menjawab “tergantung
kamu dan penyikapan terhadap semua ini. Aku harap kamu bisa mengerti dan
memahami dari semua ucapanku J ”. akhirnya
setelah beberapa menit kami berbicara.,Aku pun meminta izin pulang dan berkata “dalam hal bercinta ini, aku harap kamu fokuslah
dengannya. Jangan sakiti dia dan jangan memikirkan tentang aku nan hal tentang
aku dan diriku.” Tanpa sepatah katapun ia menarik tanganku dan memelukku.
Dalam pelukan hati ini berkata “tuhan bimbing jaga hati,perbuatan dan perkataan dialah
orang yang aku sayang” dengan jatuhnya setetesnya 1 air mata doa untuk nya.” 21 :15
“ 11
november “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar