Senin, 10 November 2014

Aku Akan Menagis, Maka Cukuplah Itu Bagiku


Aku akan menangis tatkala persahabatan yanag tulus itu menjadi sesuatu yang semi mustahil. Ketika kejujuran tu menjadi mata uang yang sangat langka. Tatkala sikap menepati janji itu berubah menjadi pengkhianatan. Tatkala kemungkaran itu berubah menjadi kemakrufan. Tatkala aku melihat idealism itu menjadi aib, sedangkan kekacauan itu menjadi undang-udang. Tatkala aku melihat seorang ayah berdiri dalam keadaan lemah di depan anaknya yang sedng sakit dan ia meminta kepada tetangganya yng diberi anugrah oleh Allah SAW. Agar sudi mendermakan sebaian harta kepadanya untuk mengobatkan anaknya., lantas ternyata tetangganya itu meminta maaf kepadanya (tidak bisa memberi) dengan alasan karena ia memerlukan uang itu untuk keperluan menghadiri pesta. Tatkala ajaran-ajaran dan nilai-nilai kami yang mendasar itu berubah menjadi keterbelakangan. Tatkala materi itu mengalahkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip, lalu orang zholim berubah menjadi miskin, sedangkan orang yang di zholimi berubah menjadi algojo. Tatkala orang yang malas mendapatkan imbalan , sedngkan orang yang sungguh-sungguh tidak mendapatkan apa-apa.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar